Selasa, 25 Agustus 2015

Menuju Kebekuan Hati

Kalian tau sekarang aku lagi down?. Sebenarnya aku tidak ingin membicarakan hal ini di blog ini, tapi aku pikir mungkin bebannya akan berkurang jika aku bercerita kepada orang lain.

Oke, tapi dari mana yah aku mulai. Begini, 2 hari terakhir ini ada sesuatu yang salah dengan hidupku. Aku merasa diriku seperti bayangan yang selalu ada di belakang cahaya. Dan sekarang cahaya itu semakin terang sehingga otomatis aku "sang bayangan" menjadi semakin pekat. Kebanyakan orang pasti akan lebih tertarik kepada cahaya dibanding kepada bayangan. Aku sih oke oke aja menjadi "sang bayangan" karena aku masih memiliki seseorang yang peduli denganku "sang bayangan". Tapi masalahnya akhir-akhir ini dia mulai silau terkena sinar "sang cahaya" dan mulai tidak peduli dengan "sang bayangan" lagi.

Aku bingung mau melakukan apa. Bayangan tercipta karena ada cahaya. Aku tidak bisa melakukan sesuatu yang "besar" karena aku bukan "sang cahaya". Aku tidak bisa mencoba lebih dekat lagi dengan "dia" karena aku takut aku hanya akan membebani pikirannya. Jadi aku biarkan "dia" mendekat ke "sang cahaya" yang mungkin akan bisa membuatnya lebih bahagia.

Jadi aku mulai berpikir agar aku menjadi bayangan seutuhnya. Aku mulai berpikir agar aku bisa lebih pekat lagi, lebih tak terlihat lagi.

Tapi..

Di lubuk hatiku yang paling dalam tak bisa aku pungkiri aku memang masih berharap "dia" tetap menjadi seseorang yang berbeda dari yang lainnya. Seseorang yang bisa peduli terhadap "sang bayangan". Seseorang yang bisa menguatkanku disaat aku merasa pudar. Seseorang yang bisa selalu menyapaku dan tersenyum manis kepadaku. Seseorang yang bisa jahil dan membuatku tersenyum oleh tingkahnya yang luar biasa ceria. Seseorang yang bisa membuatku tersenyum bahkan ketika "dia" hanya memandang ke arahku. Dan yang pasti aku masih berharap agar "dia" tetap menjadi tujuanku dan sesuatu yang bisa membuatku utuh menjalani hidup ini.

Tapi yang sekarang aku harapkan hanya agar "dia" bisa membaca tulisan ini dan bisa menerima pesanku dengan baik, itu saja.

Sudahlah, aku akan mencoba memulai ini lagi. Mencoba memulai datri awal lagi dan semoga ada sesuatu yang berubah dangan sikapnya itu. Aku tidak mau berlama-lama dalam kesedihan yang hanya akan membebani orang di sekitarku, jadi tetap tersenyum aja lah :D