
Sabtu pagi, 9 Juli 2016
[Selamat pagi cah? Siap untuk hari ini? :D Oh iya, barang yang kemarin aku
suruh siapin sudah ada kan? Jangan lupa bawa charger ya] -> Send
[Aku siap jean!] - Annie
[Nggak sabar :D] - Rani
[Akhirnya bebas dari kehidupan membosankanku!] - Lina
[Collect SMS Telkomsel: nomor +62xxxxxxxxxxx gagal.. bla.. bla...] – 88331 *Si
Nugi pasti nih (dalam hati jean)
[Siap bos!] - Elan
[Oke, kita
kumpul jam 8 di depan sekolah] -> Send
-75 menit kemudian-
“Berdo’a mulai.... selesai” ucap Elan.
“Nugi, Lina, Rani, dan Annie di belakang. Aku sama Elan di depan, nanti
kami yang gantian bawa mobil” seru Jean pada semuanya.
”Siap!”
Alunan fight together khas j-pop keluar melalui sela-sela benda mungil
persegi yang tertempel di depan perseneling, menemani mereka menanjaki satu
persatu bukit persawahan khas dataran tinggi.
“Arigatoo pak supir!!” ledek Nugi ke Jean yang memang anime lover.
“Kena amaterasu sekali kelar hidup lo gi, hahaha...” ledek Elan.
“Hahaha..” tawa mereka pecah seketika.
“MINGGIR CAHH!! ANA ULA SENDOK...!!” teriak sesosok pria paruh baya.
Teriakan tersebut cukup untuk membuat Jean panik dan membanting stirnya ke
kiri yang diikutinya dengan injakan pedal rem walaupun dirinya sendiri tidak
tau maksud teriakan pria yang sudah pantas dipanggil mbah tadi.
“Ada apa kek?” tanya Elan khawatir seraya membuka pintu mobil.
“Ora cah, iki kakek miki weruh ana ula sendok. Wedi mbokan ketabrak!” ucap
si Mbah.
“Oh kados niku, ngapunten nggih mbah. Niki bocah-bocah bade teng Sirampog.
Mbah mboten nopo-nopo kan?” tanya Elan dengan penuh sopan santun.
“Nggih mbah mboten nopo-nopo. Oh ya wis, ati-ati ya cah” jawab si Mbah.
“Nggih mbah, suwun” ucap Elan sembari melangkah kembali ke dalam mobi.
“Eh lan, kok lo tau sih bahasa Jawa?” tanya Lani keheranan.
“Lo lo pada lupa yah, aku kan punya sodara orang Sirampog. Elann gitu loh...”
jawab elan dengan sombongnya.
“Terus kakek tadi bilang apa?” tanya Jean.
“Kakek tadi bilang kalo dia liat ular kobra melintas di depan mobil kita”
jawab Elan.
“Serem yah kakek tadi.. hiii... ”
“Ya elah... kakek tadi baik kok, kamunya aja yang terlalu didramatisir.
Yang jadi masalah itu...”
“Apa lan yang jadi masalah?” Annie, Jean, Nugi, Lian, dan Rani kompak
menanyakan hal yang sama.
“Ular sendok alias ular kobra itu di sini dianggap hal yang mistis dan
mendatangkan sesuatu yang buruk” jawab Elan sambil bergidik ngeri.
Seketika obrolan mereka terhenti mengetahui hal itu.
Bersambung...
Maaf pendek ya sob, baru pertama nulis dari fakum sekitar 2 bulanan *lebay
Jangan lupa baca terus kelanjutannya, oke? :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar