Sabtu, 25 Juli 2015

Voyager 1 : Benda Terjauh Yang Pernah Dibuat Manusia

Ilustrasi Voyager 1

Voyager 1 adalah sebuah pesawat antariksa nirawak yang diluncurkan pada 5 September 1977 dan sampai sekarang masih beroperasi di luar tata surya. Voyager 1 juga merupakan benda buatan manusia yang terjauh dari bumi pada 15 miliar kilometer dari bumi (100 Astronomical Unit atau 9,3 miliar mil, per 17 Agustus 2006)[1] dan memasuki heliosheath setelah melewati termination shock yang membatasi tata surya. Pada jarak tersebut, sinyal dari Voyager 1 perlu lebih dari 13 jam untuk sampai ke pusat kontrolnya, Jet Propulsion Laboratory di dekat Pasadena, California yang merupakan proyek bersama NASA dan Caltech.

Saat diluncurkan, tujuan utama Voyager 1 adalah menyelidiki Jupiter dan Saturnus serta cincin dan bulan kedua planet tersebut. Sekarang, Voyager 1 sedang menyelidiki heliopause dan medium antar-bintang. Listrik Voyager 1 dibangkitkan menggunakan pembangkit termolistrik radioisotop (radioisotope thermoelectric generator) dan diperkirakan masih akan terus tersedia dan menyalurkan komunikasi dengan Bumi hingga sekitar tahun 2020. Saat ini (per 15 Agustus 2006), Voyager 1 meluncur pada kecepatan sekitar 61.000 kilometer per jam.
(Wikipedia.org)

Piringan Emas Voyager


Piringan Emas Voyager

Tutup Piringan

 

Piringan Emas Voyager adalah sebuah rekaman fonograf yang disertakan dalam dua penerbangan pesawat luar angkasa Voyager yang diluncurkan pada tahun 1977. Piringan emas ini berisi suara-suara serta gambar-gambar pilihan yang bertujuan menggambarkan keanekaragaman makhluk hidup dan budaya di Planet Bumi. Piringan dibuat dari tembaga berlapis emas, dan ditujukan kepada bentuk kehidupan luar angkasa yang cerdas atau manusia Bumi pada masa depan yang mungkin akan menemukannya. Wahana antariksa Voyager akan menghabiskan waktu sekitar 40.000 tahun untuk mencapai tata surya yang terdekat. "Terdekat" di sini artinya adalah jarak yang setara dengan 1,7 tahun cahaya. Maka dari itu, piringan emas ini akan membutuhkan waktu yang amat sangat lama sekali untuk bisa ditemukan oleh bentuk kehidupan lain, kecuali bila bentuk kehidupan asing itu sendiri yang tidak sengaja berpapasan dengannya di luar angkasa.

Dan yang membuat bangga adalah ada salah satu lagu yang berasal dari Indonesia berjudul Puspawarna ("Beragam Bunga") diiringi oleh Gamelan Keraton Pura Paku Alaman di bawah pimpinan K.R.T. Wasitodipuro Robert E. Brown Gamelan 4:43

Semoga bisa menambah pengetahuan kalian ya kawan. Jika tidak paham coba baca pelan-pelan, terus kalo bener-bener gak paham coba googling. Kalo masih saja tidak paham, sudahlah aku angkat tangan.

Bye - bye... 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar