Sabtu, 30 April 2016

The Cursed River : Prolog


Pesan penulis :
Cerita ini aku buat karena kejenuhan dengan keseharianku yang penuh dengan tugas. Terus karena keinginan sendiri pengen buat cerita horor, dari dulu kalo bikin cerita genrenya romance terus. Oh iya, legenda ini sudah sangat terkenal di daerahku lho. Ingat ini hanya awal! :)



 ****
 
          Jean sedang mengamati sebuah buku tebal warna hijau tua yang sedari tadi ia bawa menyusuri koridor sekolahnya. Mengamati dengan seksama barisan nilai-nilai yang tertera tanpa sadar tubuhnya menuju Annie, wanita pujaannya.

“Dor..! Ciie serius banget nih bang” ledek Annie yang geli melihat tingkah Jean.

“Haaa.. Aku kaget” Jean balik meledek.

 “Apa sih kamu!” jawab Annie dengan muka masam.

“Ciie marah.. By the way, libur semester ini kamu ada acara nggak?” tanya Jean dengan penuh harap.

“Enggg, kayaknya sih nggak. Paling liburan ya liburan standar lah, ke rumah nenek” jawab Annie.

“Bagaimana kalau...”

“Kemajuan nih yee...”

Obrolan mereka terpotong oleh segerombolan “power ranger”, geng besutan Jean cs. Beranggotakan Jean, Elan, Nugi, Lina dan Rani.

“Lagi ngobrolin apa sih Jean?” tanya Rani penasaran.

“Ini nih Ran, lagi bahas acara liburan nanti. Biar jangan sampai kayak liburan kemarin, 2 minggu full terisolasi di kamar” jawab Jean.

“Oalah, enaknya kemana yah? Baturaden? Kaligua?” tawar Rani.

“Hehh Nugi!! Kamu lagi liatin apa sih? Jangan-jangan lagi nonton...” ledek Elan ke Nugi yang sedari tadi fokus ke handphonenya.

“Pikiran kamu tuh yang perlu dibersihin lan. Aku lagi liat foto-foto liburan kita pas kelas 8 nih” jawab Nugi dengan kesal.

Tiba-tiba Nugi berhenti saat melihat foto mereka berlima di depan Museum Gajah. Ia penasaran dengan sesuatu mirip patung yang menjadi background foto mereka.

“Hey, ada yang tau gak sih ini sih patung apa?” tanya Nugi sambil menunjuk ke handphonenya.

“Oh itu kan katanya simbol pusaran waktu gi” jawab Rani.

“Heh, kalian tau gak.. Aku jadi keinget sesuatu pas lihat patung itu. Kalian tau Sirampog kan? Di sana ada suatu mitos tentang makhluk air yang bentuknya persis dengan patung itu, namanya Miangga” ucap Jean tiba-tiba.

“Oh iya, aku tau. Saudaraku yang rumahnya di Sirampog sana pernah cerita tentang mitos itu.” Tanggap Elan.

“Benarkah? Bagaimana kalo liburan kita ke Sirampog saja? Entah kenapa aku jadi tertarik dengan Sirampog” ucap Nugi.

Mereka tidak tau bahwa ide itu akan menjadi mimpi terburuk mereka.

Bersambung..

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar