Setelah sekian lama akhirnya saya membuat postingan baru, yeee!!! Ini adalah naskah drama yang dibuat karena tugas, bukan kemaun pribadi :v
Tanpa panjang lebar, silahkan disimak
Akik
Regency adalah salah satu perumahan yang cukup terkenal di daerah pinggiran
kota Bumiayu. Gang menuju perumahan tersebut setiap harinya selalu dilewati
oleh orang-orang yang entah itu dari perumahan itu ataupun hanya lewat saja.
Untuk menjaga ketertiban di sana, dibuatlah pos satpam yang berada di depan
perumahan ini.
Tejo,
Ali, dan Adir adalah satpam yang dipilih untuk bertugas di sana. Mereka sangat
dipercaya oleh warga sekitar sehingga tidak seorangpun yang tidak kenal dengan
mereka.
Pagi
ini ada ibu pedagang sayur yang mukanya asing melewati gang itu untuk menjajakan
barang dagangannya. Nampaknya dia adalah orang baru di daerah tersebut. Karena
merasa kebingungan, maka dia memutuskan untuk bertanya pada Tejo, Ali, dan
Adir. Barangkali mereka tau, pikirnya.
Ibu P. Sayur : Maaf pak, ini sih lewatnya mana atuh?
Ali :
Ibu jalan terus aja, nggak susah kok jalannya.
Tejo : Li, nggak ada gunanya kamu
bantuin orang kaya gitu! Nggak ada manfaatnya buat kita tau! Ngerti lu? (Tejo
berbisik pada Ali)
Adir : Iya tuh Li, benar kata Tejo.
Mending lu mintain uang aja. Lebih berkah buat kita (Adir ikutan berbisik pada
Ali)
Tejo : Nah itu ide bagus. Bu, karena
kami sudah membantu, maka dikenakan biaya sebesar Rp.500 per kata dan ditambah
karena Ibu lewat gang ini maka dikenakan biaya tambahan sebesar Rp.5000. Kalo
tidak, ibu tidak boleh lewat sini lagi!
Adir : Sini! Mana uangnya? (dengan
agak membentak)
Ibu
P. Sayur : Lho kok gitu?
Ali : Ibu mau lewat nggak! Kalo
nggak, sudah sana pergi jangan ke sini lagi!
Ibu
P. Sayur : Baiklah, ini (menyerahkan
uang yang diminta).
Tejo : Nah gitu dong bu, kan
akhirnya untung semua. Kita dapet uang jajan, ibu juga bisa lewat sini kan?
Ibu tersebut hanya diam
dan kesal karena tingkah mereka bertiga. Namun apalah daya, ia hanyalah orang
baru yang tidak tau apa-apa dibandingkan mereka yang sudah mendapat kepercayaan
dari masyarakat.
Beberapa jam kemudian datanglah
seorang yang dandanannya seperti pembisnis muda namun rambutnya agak gondrong
ditemani oleh seorang wanita muda yang dandannanya juga sedikit nyeleneh.
Mereka tampak hanya mondar-mandir tanpa memiliki tujuan yang jelas. Tejo, Ali,
dan Adir tidak berani menegur karena mereka takut bahwa orang tersebut adalah
orang kalangan atas.
Tiba-tiba
sang wanita yang sedari tadi menemani si lelaki muda berjalan menuju arah Tejo.
Wanita
Muda : Hey, nama kamu siapa? Kayaknya
kamu yah yang bertugas menjaga ketertiban di sini?
Tejo : I.. I... Iya bu..
Perkenalkan, nama saya Tejo. Ibu sendiri siapa?
Wanita
Muda : Oh iya, Tejo yah. Perkenalkan
nama saya Mawar dan itu rekan saya namanya Tora. Tejo, panggil kedua temanmu
itu ke sini. Aku ada kerjaan untuk kalian bertiga.
Tejo : Baiklah. Ali..?? Adir.??
(Panggi Tejo kepada ke dua rekannya tersebut). Ini ada yang mau bicara.
Mawar : Kalian bertiga kan satpam dan
sudah dipercaya oleh masyarakat sini kan? Kalian mau uang tidak?
Adir
: Iya, kami mau!!
Mawar : Baiklah kalo begitu.. Begini,
kami berdua besok akan melakukan penjambretan dan pencurian. Kerja kalian mudah
kok, tinggal awasi sekitar dan katakan bahwa tidak ada apa-apa di sini kepada
masyarakat.
Ali : Loh, jadi kalian itu
pencuri? Aku nggak mau!
Tejo : Iya, aku juga tidak mau!
Tora : Kalian mau uang tidak?
Adir
: Tejo, Ali, kita sudah
jadi satpam sejak dulu dan kehidupan kita tetap pas-pasan. Ini adalah
kesempatan bagus untuk merubah hidup kita. Lagian tugas kita juga sangat mudah.
Ayolah, terima saja. (Adir membujuk)
Ali
: Benar juga apa yang
dikatakan oleh Adir, baiklah aku bersedia.
Tejo : Iya, aku juga!
Tora : Bagus. Besok kita mulai pukul
8 pagi, karena biasanya banyak ibu-ibu yang lewat sini.
Adir : Siap!!
Keesokan harinya, tepat
pukul 8 seperti yang mereka rencanakan mereka sudah siap dengan tugas
masing-masing. Korban pertama mereka adalah seorang ibu-ibu yang sedang membawa
motor sendirian. Mawar yang mukanya polos itu, pura-pura minta bantuan ke ibu
tersebut. Dan ibu tersebut tidak taubahwa bahaya sedang ada dihadapannya.
Mawar : Bu, tolong (sambil melambaikan
tangan)
Ibu
tersebut berhenti dan langsung menanyakan apa yang terjadi.
Ibu : Ya ampun, kena apa dek?
Mawar : Ini bu, tadi kaki saya terkilir
pas bawa barang belanjaan ini. Ibu rumahnya di mana?
Ibu
tersebut teralihkan perhatiannya oleh Mawar, ia tidak tau bahwa Tora sedang
mengambil tas yang ia tinggalkan di motornya.
Ibu : Ibu pulannya ke sana
(sambil menunjuk)
Mawar
: Oh berarti beda yah bu, ya
udah saya ikut sampai sana aja, tolong ya bu.
Ibu : Iya udah dek, cepet sini
naik.
Ibu
tersebut tidak menyadari jika tasnya sudah raib digondol Tora. Setelah beberapa
menit akhirnya mereka sampai di depan rumah yang Mawar tunjukan.
Aksi mereka yang pertama berhasil dengan sempurna. Mawar
kemudian berjalan kembali ke tempat mereka berkumpul. Mereka terlihat asik
menghitung uang hasil aksi mereka.
Tibalah
waktunya untuk aksi yang kedua. Kali ini yang diincar adalah motor korban.
Korban sendiri adalah siswi yang kebetulan lewat daerah itu. Tora meminta Adir
untuk menghentikan siswi tersebut. Tora tau jika siswi tersebut akan menurut
pada Adir. Tanpa waktu lama, dimulailah aksi yang kedua tersebut.
Adir : Berhenti! Kamu coba turun
dulu dulu, coba mana SIMnya? (berlagak seperti polisi)
Siswi : Loh kok Pak Adir
tumben nanyain tentang SIM?
Adir : Cepetan, nggak
usah banyak omong.
Siswi : Iya-iya ini pak.
(dengan enggan)
Seperti biasa, Tora lah yang melakukan aksi pencuriannya.
Ia berusaha membawa sepeda motor siswi tersebut namun sialnnya siswi tersebut
melihat aksinya. Iya langsung berteriak, namun mawar keburu menutup mulut siswi
tersebut dengan tangannya.
Tak
disangka-sangka ternyata ada 2 orang polisi yang berada di dekat area itu
sedang jalan-jalan menggunakan sepeda. Melihat kejadian tersebut meraka
langsung menodongkan senjata ke arah komplotan pencuri itu.
Polisi
1 : Diam! Lepaskan dia!
Polisi
2 : Berdiri menghadap tembok!
Letakan tangan dibelakang!
Polisi
1 : Kalian juga! Bukannya
menjaga ketertiban malah menyalahgunakan profesi kalian! Malu-maluin tau nggak!
Yang kalian lakukan ini benar-benar salah! (berbicara ke Tejo, Adir, dan Ali)
Polisi
2 : Diam kamu! (mengeceki
pakaian pelaku)
Polisi
1 : Akan aku panggil ketua RT
kesini, biar tau kalo bawahannya berbuat seperti ini!
Sesampainya
ketua RT di tempat kejadian
Ketua
RT : Ya ampun Tejo, Adir, Ali!
Kaian ini gimana? Kan kalian sudah bapak kasih kepercayaan. Bahkan semua
masyarakat disini juga sudah percaya sama kalian. Bahkan kemarin ada ibu
penjual sayur yang mengadu ke saya bahwa ada 3 satpam yang melakukan pemerasan
tapi saya tidak pedulikan. Karena apa? Karena saya percaya sama kalian! Tapi
kalian malah kaya gini!
Polisi
2 : Sudah cukup pak, biar kami
yang urus.
Ketua
RT : Iya terima kasih, berkat
kalian Akik Regency aman kembali. Sekali lagi bapak benar-benar berterima
kasih.
Seperti itulah negri
ini. Orang yang memiliki wewenang baisanya menjadi lupa dan tamak. Semakin ia
mendapat kepercayaan, semakin iya berbuat sewenang-wenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar