*Curhatan saya
Hari ini hari ke dua libur akhir semester, entah kenapa hari ini berasa sangat sulit dilalui. Padahal kemarin salah satu hari yang menyenangkan dalam hidupku. Waktu memang sangat cepat berlalu.. Back to the story..
Part kemarin :
"Oh iya suf, ada nih temen wanita gue yang diam-diam ingin kenal kamu tadi dia bilang" kata Yusri.
"Hah? masa? gak salah tu wanita?" jawabku kaget.
"Nggak lah, namanya...."
Tiba-tiba ada seorang wanita menuju ke tempat kami...
"Nah itu dia orangnya datang..." jawabnya.
*****
"Hay Yusri, Taufik dan.... Kamu??!" sapanya dengan wajah heran.
"Kok kalian kenal dia? Kok dia kenal kalian? Kok kalian ngobrol? Kok kalian saling pegangan tangan? jangan-jangan kalian..." tanyanya masih dengan ekspresi heran.
"Hahaha... Stop, jangan heran gitu dong! Muka kamu jadi tambah mirip Sule tuh.." ledek Taufik.
"Oke ini saudara gue, namanya Livana. Liv, ini temen gue namnya Yusuf, temen satu gugus. Kalian pasti sudah saling kenal ya?" Yusri menjelaskan.
"Oh, jadi dia... dia... dia.. hantu temen SD kalian berdua yah? Dan dia juga saudara kamu yah *Yusri?" kataku.
"Hai Yusuf, maaf ya yang tadi... Nggak usah kenalan kan? Sudah kenal aku kan? ^_^" sapa Livana tiba-tiba.
"Ciiieee... Hari pertama woy!" ledek Taufik.
"Halah Taufik! kamu cemburu kan? kamu suka kan sama Livana? Ciiee yang dulu pernah ngajak jalan tapi ditolak, hahaha" gantian Yusri meledek Taufik.
"Heeee!! lu kan pernah janji nggak akan ngungkit itu lagi -_-!" jawab Taufik kesal.
"Hahaha, Ciiieee... Tips buat kamu Liv, jangan sapa Yusuf di depan Taufik ya, atau nanti si Taufik bisa jadi Hulk biru" ledek Yusri.
"Apa sih lu!" jawab Taufik masih dengan ekspresi kesal.
"Hai ning, iya nggak perlu, sudah kenal kok, kening lebar kan?" ucapku sambil meledek (*btw, saat itu aku terlalu fokus sama ledekan si Yusri sampai-sampai lupa belum jawab sapaan dari Livana :3).
"Udah telat, ngeledek lagi! -_-!" jawab Liva kesal.
"Hahaha, apa ngeledek? bukan ngeledek, itu fakta kok Liv" lanjut meledek.
"Udahhh lah!! Nggak mau nyapa lagiiii...!!" jawab Livana dengan enggan.
"Ehhh... iya iya iya iya.. iya maaf, nggak akan aku ulangi kok" jawabku memelas.
"Ciiieee yang ketipu, hahaha" ledek Liva.
"Eh?? -_-!" jawabku kesal.
"Iya iya iya iya... iya maaf (menirukan ucapanku), hahaha" ledek Liva.
Sementara itu....
"Tuh kan bro, mereka baru kenal aja udah ledek-ledekan.. Lah kamu? udah 6 tahun masih aja dicueki, hahaha" ucap Yusri pada Taufik.
"Sekali lagi lu bilang kek gitu, gua lempar lu ke planet Krypton biar lu bisa ketemu nenek moyangnya Superman!" jawab Taufik dengan kesal.
Dan akhirnya obrolan singkat kami terhenti oleh bunyi, Teetttt.... teeettttt... teetttt... (entahlah, aku juga sudah lupa kaya apa bunyinya :3)
Tiba-tiba datang suara darilangit pengeras suara yang kebetulan tidak jauh dari tempat kami beristirahat. "Dengarkan baik-baik, setiap gugus masuk ke kelas yang sudah ditentukan. Gugus A dan B masuk ke kelas 7A, gugus C dan D masuk ke kelas 7B, dan gugus E dan F masuk ke kelas 7C. Sekali lagi saya ulangi..bla bla bla..."
"Wehh... kita satu kelas" ucapku dan Liva bersamaan.
"Bisa bareng ngomongnya? mungkinkah kita ditakdirkan bersama?" ucapku dalam hati *saat itu aku terkena gejala baper ringan.
Dan kami pun langsung bergegas ke kelas 7C... Sesampainya di kelas.
"Gugus E di sebelah kanan, gugus F sebelah kiri" ucap salah seorang kakak OSIS.
"Mengapaaaaa?!! Padahal tadi berasa ditakdirkan bersama?? Tapi kenapa sekarang kami terpisah oleh takdir?!! Mengapa??!!" ucapku dalam hati *baper again
"Eh tunggu, kan ada si wanita yang cuek itu di gugusku? Alhamdulilah... hahaha" ucapku lagi dalam hati.
Kami semua kemudian menempatkan diri masing-masing. Setelah itu dimulailah permainan-permainan yang sangat menakutkan bagi kami, karena kalo salah pasti kena hukuman. Dan dihukum di depan kelas itu 100x lebih menakutkan dari pada dipukul sekalipun *lebay
(Karena permainan berjalan agak membosankan jadi aku skip)
Daannn... untunglah aku berhasil lolos di permainan pertama dan kedua, entah bagaimana nasibku besok.
"Sekarang kalian kumpul dengan gugus kalian dan buat yel-yel semenarik mungkin" perintah salah satu kakak OSIS dengan lantang.
Gugusku berkumpul dimejaku, "kesempatan buat bangun image nih" pikirku.
"Oke, sekarang aku butuh kertas, alat tulis, ide dan kerja sama dari kalian" ucapku dengan bijak :).
"Ini kertasnya bos, tapi nggak ada pulpennya" ucap Yusri.
"Pulpen!!!" ucapku.
Tiba-tiba adasepotong tangan yang mengulurkan pulpen kepadaku dari meja belakan.
Deg...
deg...
deg...
Dan ternyata dia..
Dia.. Taufik :v
"Butuh nggak? kalo nggak ya udah" ucap Taufik.
"Eh lu jangan buat suasananya jadi dramatis gini dong fik" ucapku kesal.
"Eh kok jadi gue yang salah?" Taufik keheranan,
"Stop, kalian ini mau debat apa mau buat yel-yel? Kalo nggak sanggup, sini serahin kertas sama pulpennya" ucap salah seorang yang ada di sampingku.
Ternyata si wanita misterius itu, aku hanya bisa diam mendengarkan ceramahnya.
"Ini pulpen sama kertasnya" gumamku.
"Semuanya yang aku punya kamu ambil juga boleh kok ^_^" ucapku dalam hati.
"But, wait.. jika aku menyerahkan kertas dan pulpen ini, sama saja aku menyerahkan tanggung jawabku pada seorang wanita.. Hiiss hiss hiss" pikirku.
"Eh tunggu!! Biar aku saja yang buat yel-yel, aku janji nggak akan bertengkar lagi kok" pintaku.
"Terus aku harus percaya sama kamu gitu aja? iya gitu?" jawabnya.
"Sudahlah.. sini berikan ke dua benda itu.. Ternyata kamu nggak sekalem penampilan kamu yah" ledekku.
Obrolan kami memancing perhatian dari orang-orang yang ada di sekeliling kami.
"Yusuf Yusuf.. Tadi Livana, sekarang...." ledek Yusri.
Bersambung...
Halo semua? maaf ya lama nggak ngelanjutin buat cerita ini. Baru beberapa hari aku punya waktu luang. Dan alhamdulilah sekarang aku bisa ngelanjutin ceritanya.
Maaf ya tulisannya agak sangat hancur :v
Maaf juga kalo aku Typo, karena nggak sempet ngecek ulang tulisannya.
Dan yang terpenting jangan lupa terus tunggu kelanjutannya ya :D
"Hai Yusuf, maaf ya yang tadi... Nggak usah kenalan kan? Sudah kenal aku kan? ^_^" sapa Livana tiba-tiba.
"Ciiieee... Hari pertama woy!" ledek Taufik.
"Halah Taufik! kamu cemburu kan? kamu suka kan sama Livana? Ciiee yang dulu pernah ngajak jalan tapi ditolak, hahaha" gantian Yusri meledek Taufik.
"Heeee!! lu kan pernah janji nggak akan ngungkit itu lagi -_-!" jawab Taufik kesal.
"Hahaha, Ciiieee... Tips buat kamu Liv, jangan sapa Yusuf di depan Taufik ya, atau nanti si Taufik bisa jadi Hulk biru" ledek Yusri.
"Apa sih lu!" jawab Taufik masih dengan ekspresi kesal.
"Hai ning, iya nggak perlu, sudah kenal kok, kening lebar kan?" ucapku sambil meledek (*btw, saat itu aku terlalu fokus sama ledekan si Yusri sampai-sampai lupa belum jawab sapaan dari Livana :3).
"Udah telat, ngeledek lagi! -_-!" jawab Liva kesal.
"Hahaha, apa ngeledek? bukan ngeledek, itu fakta kok Liv" lanjut meledek.
"Udahhh lah!! Nggak mau nyapa lagiiii...!!" jawab Livana dengan enggan.
"Ehhh... iya iya iya iya.. iya maaf, nggak akan aku ulangi kok" jawabku memelas.
"Ciiieee yang ketipu, hahaha" ledek Liva.
"Eh?? -_-!" jawabku kesal.
"Iya iya iya iya... iya maaf (menirukan ucapanku), hahaha" ledek Liva.
Sementara itu....
"Tuh kan bro, mereka baru kenal aja udah ledek-ledekan.. Lah kamu? udah 6 tahun masih aja dicueki, hahaha" ucap Yusri pada Taufik.
"Sekali lagi lu bilang kek gitu, gua lempar lu ke planet Krypton biar lu bisa ketemu nenek moyangnya Superman!" jawab Taufik dengan kesal.
Dan akhirnya obrolan singkat kami terhenti oleh bunyi, Teetttt.... teeettttt... teetttt... (entahlah, aku juga sudah lupa kaya apa bunyinya :3)
Tiba-tiba datang suara dari
"Wehh... kita satu kelas" ucapku dan Liva bersamaan.
"Bisa bareng ngomongnya? mungkinkah kita ditakdirkan bersama?" ucapku dalam hati *saat itu aku terkena gejala baper ringan.
Dan kami pun langsung bergegas ke kelas 7C... Sesampainya di kelas.
"Gugus E di sebelah kanan, gugus F sebelah kiri" ucap salah seorang kakak OSIS.
"Mengapaaaaa?!! Padahal tadi berasa ditakdirkan bersama?? Tapi kenapa sekarang kami terpisah oleh takdir?!! Mengapa??!!" ucapku dalam hati *baper again
"Eh tunggu, kan ada si wanita yang cuek itu di gugusku? Alhamdulilah... hahaha" ucapku lagi dalam hati.
Kami semua kemudian menempatkan diri masing-masing. Setelah itu dimulailah permainan-permainan yang sangat menakutkan bagi kami, karena kalo salah pasti kena hukuman. Dan dihukum di depan kelas itu 100x lebih menakutkan dari pada dipukul sekalipun *lebay
(Karena permainan berjalan agak membosankan jadi aku skip)
Daannn... untunglah aku berhasil lolos di permainan pertama dan kedua, entah bagaimana nasibku besok.
"Sekarang kalian kumpul dengan gugus kalian dan buat yel-yel semenarik mungkin" perintah salah satu kakak OSIS dengan lantang.
Gugusku berkumpul dimejaku, "kesempatan buat bangun image nih" pikirku.
"Oke, sekarang aku butuh kertas, alat tulis, ide dan kerja sama dari kalian" ucapku dengan bijak :).
"Ini kertasnya bos, tapi nggak ada pulpennya" ucap Yusri.
"Pulpen!!!" ucapku.
Tiba-tiba ada
Deg...
deg...
deg...
Dan ternyata dia..
Dia.. Taufik :v
"Butuh nggak? kalo nggak ya udah" ucap Taufik.
"Eh lu jangan buat suasananya jadi dramatis gini dong fik" ucapku kesal.
"Eh kok jadi gue yang salah?" Taufik keheranan,
"Stop, kalian ini mau debat apa mau buat yel-yel? Kalo nggak sanggup, sini serahin kertas sama pulpennya" ucap salah seorang yang ada di sampingku.
Ternyata si wanita misterius itu, aku hanya bisa diam mendengarkan ceramahnya.
"Ini pulpen sama kertasnya" gumamku.
"Semuanya yang aku punya kamu ambil juga boleh kok ^_^" ucapku dalam hati.
"But, wait.. jika aku menyerahkan kertas dan pulpen ini, sama saja aku menyerahkan tanggung jawabku pada seorang wanita.. Hiiss hiss hiss" pikirku.
"Eh tunggu!! Biar aku saja yang buat yel-yel, aku janji nggak akan bertengkar lagi kok" pintaku.
"Terus aku harus percaya sama kamu gitu aja? iya gitu?" jawabnya.
"Sudahlah.. sini berikan ke dua benda itu.. Ternyata kamu nggak sekalem penampilan kamu yah" ledekku.
Obrolan kami memancing perhatian dari orang-orang yang ada di sekeliling kami.
"Yusuf Yusuf.. Tadi Livana, sekarang...." ledek Yusri.
Bersambung...
Halo semua? maaf ya lama nggak ngelanjutin buat cerita ini. Baru beberapa hari aku punya waktu luang. Dan alhamdulilah sekarang aku bisa ngelanjutin ceritanya.
Maaf ya tulisannya agak sangat hancur :v
Maaf juga kalo aku Typo, karena nggak sempet ngecek ulang tulisannya.
Dan yang terpenting jangan lupa terus tunggu kelanjutannya ya :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar