Rabu, 09 Desember 2015

Story of My Life : New Friendship (Part 3)

Part sebelumnya : Story of My Life : The First (Part 2) 


sumber : liputan6.com
Semua berbaris dengan "agak" semrawut sesuai dengan gugus masing-masing. Semua pemimpin gugus baris di tempat terdepan, dan itu artinya aku juga menjadi "sun block" bagi anak-anak dibelakangku. *ngenes

Oh iya aku hampir lupa, saat MOS semua siswa harus memakai nama samaran yang sudah dipilihkan oleh para senior. Gugus F kebetulan dapat nama yang berhubungan dengan motor. Dan kalian tahu nama apa yang aku dapatkan? KNALPOT, yaaaa! knalpot. Dari sekian ribu hal yang berhubungan dengan motor kenapa harus knalpot coba? *ngenes part 2, oke kembali.. 10 menit sebelumnya papan nama samaranku diambil oleh senior, entah mau diapakan, aku hanya pasrah dan bermuka sepolos mungkin.

"Di mana? di mana ya?" kataku sambil menengok kebelakang (tau kan apa yang sedang aku cari? ^_^)

"Nah itu dia ketemu!  satu.. dua.. tiga.. empat.. lima.. enam.. tujuh.. selisih tujuh anak dari tempatku berdiri" kataku sambil kegirangan dan sebisa mungkin tetap dalam keadaan siap.

Ternyata dia tidak memperhatikan apa pun, hanya memandang ke atas dengan tatapan yang luar biasa anggunnya sambil sesekali mengangkat tangannya menghalangi cahaya masuk ke matanya. Entah apa yang sedang dia pikirkan. Entah apa....

Andaikan aku yang ada dipikirannya, andaikan.. Stop! Tiba-tiba sisi lain dalam diriku menghentikanku.

"Sampai kapan kamu akan seperti in!? Terus memperhatikan wanita yang bahkan kamu belum pernah bicara padanya! Yang bahkan tidak pernah memperhatikanmu!" ucapnya.

Aku tidak bisa menjawab pernyataannya. Aku hanya diam dan teringat sesuatu, bukan! bukan sesuatu! tetapi seseorang. Iya, si kening lebar. "Ngomong-ngomong dia sekarang di mana yah?" ucapku dalam hati.

"Yusuf dan Livana....." Ucap salah satu senior di depan

"Saya ulangi, panggilan untuk Yusuf Riyadi dan Livana untuk maju ke depan" ucapnya lagi.

Karena aku baris paling depan, otomatis aku langsung maju kedepan. *Sumpah momen ini sangat sangat memaluka :v
Aku baris dihadapan bapak kepala sekolah yang bertugas sebagai pembina apel saat itu.
"Aku salah apa? Apa gara-gara mencuri balon di hari balon gratis? Apa gara-gara aku tadi terlambat? Tapi kenapa ada satu anak lagi? Apa dia juga terlambat sama sepertiku?" ucapku dalam hati.

Tiba-tiba ada seorang wanita berdiri disampingku...

"lho.. lho.. kamu kan.."

bersambung...
.
.
.
Nggak... cuma bercanda :v


"Kamu kan si kening yang tadi? jadi nama kamu livana? nama macam apa itu" ucapku heran.

"Iya, namaku livana.. BUKAN KENING LEBAR!!" jawabnya dengan nada tinggi.

"ssstttt...!!!" salah seorang senior menyetop obrolan aneh kami.

Dan ternyata kami berdua dikalungi papan nama sebagai perwakilan dari semua siswa. *lega
Hal yang tidak terduga sebelumnya, padahal tidak ada yang kenal aku "sang knalpot" kecuali kak Galih sama kak Liza. Dan yang tidak terduga lagi ternyata si kening lebar juga mendapat kehormatan dikalungi papan nama oleh Bpk. kepala sekolah secara langsung. Sebelum kami berpisah, kami sempat bertatap mata tapi bukan romantis! bukan! bukan sama sekali! yang ada malah tatapan saling ejek :v

*Semua berjalan normal, jadi akan aku skip langsung saat istirahat

Sekarang kami duduk di koridor dekat ruang guru, kenapa "kami" bukan "aku"? karena sekarang aku sudah bersama dengan teman-teman baruku :D Biar aku perkenalkan 2 teman yang terdekat saat itu

Pertama namanya Taufik, tentu saja nama samaran. Dia lucu, sering jail dan juga dijaili. Intinya dia itu bisa membuat suasana yang awalnya sepi menjadi kaya lagi di club pas malam tahun baru alias RAMEE! Sedangkan yang kedua namanya Yusri. Lebih pendiam, serius,  tapi kalo lomba konyol-konyolan sih menang dia kayaknya dibanding Taufik, dan suka bicara tentang wanita :v Cukup perkenalannya.

"Eh bro, lu kok sendirian sih? gak punya temen yah?" kata si Yusri memulai pembicaraan.

"Bukannya gak punya temen, tapi sahabat-sahabatku dulu gak ada yang sekolahnya lanjutin di sini" jawabku.

"Ya dah, gak usah dibahas.. eh btw, dah punya pacar belum?" ledeknya.

"Apa sih lu! belum lah, aku kan polos. Mementingkan sekolah!" jawabku dengan seberwibawa mungkin. *Kalo inget ini rasanya gimana gitu :v

"Anak polos mana yang pagi-pagi kerjaannya melongo'in wanita?" ledek Taufik.

"Heheheh... Apa sih lu fik" jawab aku malu-malu.

"Oh iya suf, ada nih temen wanita gue yang diam-diam ingin kenal kamu tadi dia bilang" kata Yusri.

"Hah? masa? gak salah tu wanita?" jawabku kaget.

"Nggak lah, namanya...."

Tiba-tiba ada seorang wanita menuju ke tempat kami...

"Nah itu dia orangnya datang..." jawabnya.

*****

Bersambung......

NB : Ada sebagian scene yang saya tidak tulis karena memang saya belum izin mau buat cerita ke orangnya.

Dan ingat tetap tunggu kelanjutannya ya ^_^



   

 




 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar