Jam dinding putih menggantung dengan tenangnya di depan bangunan berwarna krem. "Pukul 09:00, ya pukul 9... Tunggu, sekarang sudah pukul 9!!?" teriaku dengan panik dari dalam hati. Benda itu menyadarkanku dari lamunanku, menariku menuju dunia nyataku lagi. Dan seperti dugaanku, aku terlambat! Kalian tau bagaimana perasaanku terlambat di hari pertama sekolah? Rasanya itu seperti naik roket kemudian terjun bebas tanpa parasut, DEG-DEGAN!
Aku langsung berlari sekuat tenaga menuju kerumunan anak yang sedang berbaris dengan segala perlengakapan MOS menggantung di tubuh mereka (kalian yang lulus sebelum tahun 2015 pasti pernah merasakan hal ini kan? :v) "5 meter lagiii!" gumamku, saat itu pula aku dikagetkan dengan tangan
"De, kamu dari gugus apa?" tanyanya.
"Saya dari gugus F kak" jawabku lirih (biasalah, junior + gerogi).
"Oh, itu de.. Kamu langsung kesana saja" ucapnya sambil mengacungkan telunjuk ke kerumunan anak di depan ruang OSIS.
"Oh, iya iya kak.. Makasih ya" jawabku.
Aku bergegas ke arah yang ditunjuk tadi tanpa memperdulikan anak-anak yang memandangiku dengan tatapan heran. "Aku tidak mengenal siapa-siapa di sini" itulah kalimat yang selalu melintas di otaku.
"Itu siapa? kok mukanya familiar yah?" ucapku dengan heran sambil memandangi 2 orang yang sedang ngobrol di gerombolan anak tadi. Daaaaaaan akhirnya aku ingat, ada kakak kelasku saat SD yang sekolah di sini dan kebetulan menjadi anggota OSIS dan lebih kebetulannya lagi menjadi pendamping gugusku, gugus F.
"Yusuffff..." teriak salah satu dari kedua orang tadi.
"Iya kak.. sabar" jawabku.
"Kamu gugus ini kan? gugus F?" tanyanya dengan agak keras.
"Iya kak" jawabku singkat.
Dan obrolan singkat tadi ternyata memancing perhatian dari teman-temanku sesama gugus F. Dengan tatapan
"Eh.. itu.. itu.. itukan... gadis yang tadi aku temui di depan? Jadi dia satu gugus denganku ya? Beruntungnya akuuu ^_^" kataku dalam hati, dengan ekspresi melongo sambil memandanginya :v Untunglah, dia tidak sampai melihatku memandanginya. Bisa-bisa aku nanti diberi julukan sebagai "bocah baru yang terlambat dan juga mesum" :v
"Oke, sekarang waktunya memilih ketua gugus!" teriak salah satu kakak OSIS pendamping gugusku. (Sebut saja namanya kak Galih, kakak yang tadi memnggilku kak Liza, dan yang tadi menepuk pundaku aku sampai sekarang masih belum tau namanya :v). Teriakan tadi membangunkanku dari lamunan kedua dihari ini.
"Kalian maju satu per satu kemudian menyiapkan barisan" kata kak Galih.
*ekspresi kami para junior : "ya ampun... bagaimana ini.. kamu dulu yang maju! kamu dulu! kamu dulu!"
"Kalo tidak ada yang berani maju nanti kakak tunjuk satu per satu lho, jadi kalian pasti akan mendapat gilirannya sendiri-sendiri" lanjut kak galih agak mengancam.
Jantungku berdegup kencang, kaki bergetar hebat (kayak lagunya sheila on 7 :v oke back to topic) Dan akhirnya aku beranikan diri untuk menjadi yang pertama. Hitung-hitung membangun image dan tentunya ada alasan lain juga dong ^_^
"Oke, ayo kamu sini" panggil kak Galih padaku. Aku hanya menurut saja tanpa bicara apapun.
"Dia itu lebih hebat dari kalian semua, lebih memiliki mental pemimpin" ucapnya sambil menunjuku.
*ekspresiku dalam hati : yeyeye!!! :v
"Oke sekarang kamu coba siapkan barisan" perintah kak Galih.
"Okeee kak" jawabku.
"Siaaaaaaap grakkkk! Setengah lengan lencang kanaaaaaan grakkkk! Tegaaaaaaaak grakkkk!" ucapku dengan selantang mungkin sampai-sampai menjadi pusat perhatian dari anak-anak yang ada di situ.
"Oke bagus, ayo beri tepuk tangan" ucap kak Galih.
sfx (sound effect) : prok! prok! prok!
Kemudian dilanjut dengan anak lainnya sampai selesai. Dan hasilnya adalaaaaaah..... Aku menjadi ketuanya!!! ^_^
"Hari ini aku benar-benar beruntung" ucapku dalam hati. Walaupun tadi pagi sempet ngerasa inilah hari paling sial dalam hidupku tapi ternyata semua itu salah. Sekarang aku mulai kenal satu per satu dengan anggotaku. Mulai bercanda dan ngobrol panjang lebar. Tapi bukan dengannya...
5 menit kemudian....
"Segera buat barisan dengan gugus kalian, karena akan ada pengumuman dari bapak kepala sekolah. Jangan lupa atributnya dipakai" terdengar suara entah darimana yang mengagetkanku. (ngomong-ngomong, kok dipart ini aku sering kaget ya? :v). Aku langsung lari menuju tas perlengkapanku yang aku tinggal di seberang lapangan. Setelah melewati 7 samudra, memutari galaksi bima sakti 10 kali, dan menaklukan gunung Everest, akhirnya aku sampai di seberang lapangan *lebay.. Dan tiba-tiba..
"Hey.. kamu dari gugus mana?" ucap salah seorang wanita kepadaku. Wanita dengan rambut diikat dan sampingnya tergerai ke bawah.
"Maaf, kamu bicara padaku?" jawabku sambil keheranan karena baru kali ini aku disapa oleh seorang wanita yang bahkan belum aku kenal.
"Enggak! aku bicara sama tas kamu!" jawabnya sambil memalingkan muka.
"Hahaha.. dasar wanita! maaf-maaf, aku kira tidak ada wanita yang mau berbicara denganku.. Oh iya, aku dari gugus F" jawabku.
"Gugus F? Aku dari gugus E, berarti kita dekat dong :D Oh iya, kamu yang tadi teriak-teriak gak jelas yah? :p" jawabnya sambil meledek.
"Apa? teriak-teriak gak jelas katamu? Dari pada kamu, keningnya bisa buat mendaratkan pesawat" aku balik meledek.
"Awasss ya!! eh iya nama kamu siapa?" tanyanya.
Dengan percaya dirinya aku menunjuk bet nama yang ada di dada kanan atasku. Dan ternyata aku lupa betnya sudah dilepas :v
"Mana? Apa kamu gak punya nama?" Ledeknya.
"Oh, iya lupa :v Perkenalkan, namaku Yusuf Riyadi
"Akuu..."
Tiba-tiba dia dipanggil salah satu anggota gugusnya.
"Sudah dulu ya, makasih sudah jadi temen ngobrol untuk beberapa menit tadi ^_^ dan ingat, jangan panggil aku dengan sebutan kening lebar lagi! -_- sampai jumpa" ucapnya kepadaku.
Deg...
Jantungku...
Perasaanku...
Ada apa denganku? Mungkinkah dia...?
*****
Bersambung...
NB : Karena privasi, nama akan saya samarkan
Jangan lupa terus tunggu kelanjutannya ya ^_^

Yusuf, ini kisah nyata?
BalasHapusIya kisah nyata.. Terima kasih ya sudah mau komentar :D
Hapus